Langsung ke konten utama

Retorika Kata


Retorika Kata

Retorika :

1.       Keterampilan berbahasa secara efektif
2.       Studi tentang pemakaian Bahasa secara efektif dalam karang-mengarang
3.       Seni berpidato yang muluk-muluk dan bombastis
Istilah retorika secara etimologi berasal dari bahasa latin (yunani kuno) “Rhetorica” yang berarti “seni berbicara”. Dalam bahasa Inggris kata retorika menjadi “Rhetoric” yang berarti “kepandaian berpidato atau berbicara”. Secara terminologi, retorika dikenal dengan “art of speaking” yang artinya “seni dalam berbicara atau bercakap”.

Unsur Persuasif Retorika

-          Suara
-          Bahasa lisan yang indah
-          Berirama dalam menyampaikan pesan

Pembagian Retorika

Retorika sebagai bagian dari ilmu bina bicara mencakup :
-          Monologika (seorang)
pidato, kata sambutan, kuliah, makalah, ceramah dan deklamasi
-          Dialogika (dua atau lebih)
diskusi, tanya jawab, perundingan, percakapan dan debat
-          Pembinaan teknik bicara
dalam pembagian ini perhatian lebih diarahkan dalam pembinaan teknik bernafas, teknik mengucap, bina suara, teknik membaca dan bercerita

Jenis Retorika

-          Retorika deliberitif (retorika public) bertujuan mempengaruhi khalayak dalam kebijakan pemerintah fokus pada kekurangan dan kelebihan suatu kebijakan
-          Retorika forensic, retorika yang berkaitan dengan pengadilan. Berfokus pada masa lalu yang berkaitan dengan keputusan pengadilan
-          Retorika demonstrative, wacana yang memuji atau menghujat dan sangat mempengaruhi

Komunikasi Efektif

Efektivitas sebuah komunikasi dapat dicapai apabila memenuhi minimal lima komponen, yaitu :
-          Adanya sikap saling mendukung dari kedua belah pihak
-          Masing - masing pihak mencoba menempatkan diri
-          Adanya kesamaan kepentingan antara komunikator dengan komunikan
-          Pikiran atau ide yang diutarakan dapat diterima sebagai sesuatu yang mendatangkan manfaat bagi keduanya
-          Sikap keterbukaan yang ditampilkan oleh kedua belah pihak

Komunikasi Verbal dan Non-Verbal

Ir. Soekarno dan Pidato
Komunikasi Verbal : Bahasa
Komunikasi Non-Verbal : Bahasa Tubuh

Tokoh Retorika

Ir. Soekarno. Presiden pertama RI dikenal sebagai orator yang ulung, yang dapat berpidato secara amat berapi-api tentang revolusi nasional.

Tahap Penyusunan Pidato

-          Penemuan, pembicara merumuskan tujuan dan mengumpulkan bahan
-          Gaya, pembicara memilih kata-kata dan menggunakan Bahasa yang tepat
-          Penyusunan, pembicara menyusun pidato atau mengorganisasikan pesan
-          Memori, pembicara harus mengingat apa yang ingin disampaikannya
-          Penyampaian, pembicara menyampaikan perannya secara lisan. Pembicara harus memperhatikan suara dan gerakan anggota tubuhnya. Misal, saat presentasi jangan hanya fokus membaca, juga harus menjelaskan materi itu

Komentar